Selasa, 22 Januari 2013

Electronic Gadget



Dewasa ini, penggunaan electronic gadget di tengah-tengah masyarakat, menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan. Kalangan menengah ke atas dengan berbagai rentang usia menjadi konsumen setia dari berbagai pilihan gadget yang ditawarkan. Dalam pengertiannya, gadget merupakan sebuah obyek (dikenal sebagai barang elektronik) teknologi kecil yang memiliki fungsi khusus, serta sering diasosiasikan sebagai sebuah inovasi atau barang baru. 

Dengan desain yang menarik dan bentuknya yang relatif praktis untuk dibawa (portable), serta jaminan teknologi yang dapat memudahkan penggunanya untuk menikmati berbagai fasilitas, membuat jumlah pengguna gadget di Indonesia semakin meningkat. Berbagai vendor pun semakin ketat bersaing untuk meluncurkan gadget terbaru dengan berbagai fitur dan harga yang relatif terjangkau.

Namun, sebagai pengguna gadget yang bijak, kita harus mampu memanfaatkan teknologi ini tanpa mengesampingkan kesehatan kita sendiri. Untuk jenis-jenis gadget tertentu, dengan pemakaian yang terlalu lama, dapat memicu penyakit pada pemakainya. Salah satu contoh yaitu laptop. Sebuah riset yang dilakukan oleh National Institute of Occupational Safety and Healty Los Angeles menghasilkan sebuah fakta tentang penyakit yang diderita pengguna laptop. Penyakit ini bernama Computer Vision Syndrom yang menyebabkan pandangan kabur, nyeri di kepala, sakit leher, mata terasa lelah, kering dan iritasi. Begitu pula dengan para pengguna ponsel, terutama jenis smartphone yang memiliki banyak fasilitas dan membuat penggunanya seperti tidak mampu jauh berlama-lama dengan gadget kesayangannya ini. Terlalu lama menggunakan ponsel, dapat menimbulkan insomnia,stres,darah tinggi,tumor otak, hingga kanker. Disamping itu, sering chatting, borwsing, dan aktifitas lainnya secara bersamaan akan melemahkan kerja otak serta meningkatkan kecemasan.
 
Dengan demikian, sebagai pengguna teknologi canggih ini, kita harus lebih bijak dalam menggunakannya, agar manfaat yang didapatkan optimal dan efek yang ditimbulkan dapat diminimalisir.





Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar